I.
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum wr. wb.
Puji
syukur ke hadirat Yang Maha kuasa karena atas rahmat dan karunia-Nya Makalah
yang bertema “PORIFERA” dapat kami
selesaikan dengan semaksimal dan sebaik mungkin.
Kami juga menginginkan anda dapat menerapkan manfaat
porifera ini ke dalam kehidupan sehari-hari. Segala
usaha telah kami lakukan untuk membuat makalah ini dan memenuhi tugas yang
diberikan. Kami menyadari tentu masih banyak terdapat kekurangan, untuk itu
kami meminta maaf.
Wassalamu'alaiku’alaikum wr. wb.
Lubuk Linggau, Maret 2012
Kelompok 1
II. Daftar isi
I.
Kata Pengantar.........................................................
1
II. Daftar Isi...................................................................
2
III. Pendalaman
Materi
3.1 Penjelasan............................................................
3
3.2 Anatomi Porifera................................................
4
3.3 Reproduksi
3.3.a Vegetatif.......................................................
6
3.3.b Generatif......................................................
6
3.4 sistem pencernaan &
pernapasan.......................
7
3.5 Kalsifikasi Porifera..............................................
8
3.6 keuntungan & kerugian
Porifera........................ 9
IV. Kesimpulan................................................................
10
V. Daftar
Pustaka.........................................................
11
III. Pendalaman Materi
3.1
PENJELASAN

Ini
adalah hewan yang menjadi inspirasi dalam pembuatan kartun animasi Spongebob
Square Pants. Tubuh poifera diorganisasikan pada tingkat celluler. Porifera
adalah hewan metazoa paling sederhana. Hewan ini merupakan hewan multiseluler
purba alias paling sederhana struktur tubuhnya ketimbang filum-filum hewan
multi seluler yang lain. Porifera berasal dari kata phorus (lubang kecil) dan
ferra (membawa), jadi poriferan itu adalah hewan yang mengandung pori-pori atau
banyak lubang. Porifera adalah hewan air yang hidup di laut. Hidupnya selalu
melekat pada substrat (sesil) dan tidak dapat berpindahtempat secara bebas.
3.2 ANATOMI PORIFERA
Porifera
hidup di air laut dan air tawar, tapi kebanyakan hidup di laut mulai dari
daerah perairan pantai yang dangkal hingga kedalaman 5,5 km. Bentuk tubuhnya
seperti tabung atau jambangan bunga yang bersifat simetris radial. Di
dalam tubuhnya terdapat rongga tubuh yang disebut spongosol. Dalam fase
hidupnya mengalami dua bentuk, yaitu polip (hidup berenang bebas). Ini
terjadi pada fase larva. Lalu yang kedua sessil (hidup menetap)
setelah dewasa.
Struktur tubuh porifera terdiri atas
dua lapisan yaitu epidermis dan endodermis. Epidermis
(lapisan luar) terdiri atas sel-sel epithelium berbentuk pipih (pinakosit).
Endodermis terdiri atas sel berflagela yang berfungsi mencerna makanan
dan bercorong yang disebut sel leher atau koanosit. Di antara
kedua lapisan itu terdapat bahan gelatin yang disebut mesoglea. Mesoglea
terdiri atas beberapa macam sel, yakni :
A. Sel
amebosit, yaitu sel yang bertugas mengangkut zat makanan dan zat sisa
metabolisme dari satu sel yang lain.
B. Sel
skleroblas, yaitu sela yang fungsinya membentuk spikula yang bisa terbuat dari
zat kapur, kerisik atau sponging.
C. Porosit,
yaitu sel yang fungsinya membuka dan menutup pori-pori
D. Arkeosit,
sel amebosit embrional yang tumpul dan dapat membentuk sel-sel reproduktif
E. Spikula,
sel pembentuk tubuh
Porifera memiliki air yang berrfungsi sebagai jalan masuknya
air ke spongosol lalu dari spongosol
dikeluarkan melalui oskulum. Saluran ini memiliki tiga bentuk, sikon,
askon, dan leukon
A. Askon, tipe ini
adalah tipe paling sederhana.bentuk porifera seperti jambangan bunga. Air yang
masuk melewati saluran yang langsung terhubung dengan spongosol lalu keluar
melalui oskulum. Saluran ini pendek dan tidak memiliki cabang maupun
lekuk-lekuk. Contoh : Leucosolenia sp.
B.
Sikon,
tipe ini air yang melalui ostium kemudian masuk ke spongosol melalui saluran
yang bercabang-cabang. Setelah itu air akan keluar melalui oskulum. Tipe ini
dimiliki oleh Scypha
C. Leukon (ragon), tipe ini
adalah tipe yang paling kompleks. Air masuk melalui ostium menuju ke
rongga-rongga bulat yang saling berhubungan. Dari rongga ini barulah mengalir
menuju spongosol dan keluar melalui oskulum
Kerangka pada porifera merupakan
kerangka luar atau eksoskeleton. Kerangkanya dapat berupa kapur seperti
pada Calcarea, dapat pula rangka silikat seperti yang dimiliki hexactinellida,
atau kerangka lunak (spongin) pada Demospongia.

3.3 REPRODUKSI
3.3.a vegetatif
Perkembangbiakan
Porifera dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif.
Perkembangbiakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
1. Pembentukan tunas.
Tunas yang terbentuk memisahkan diri dari induknya kemudian terbentuk individu
baru.
2. Gemmulae (butir benih). Gemmulae
adalah sejumlah sel mesenkim yang berkelompok dan berbentuk seperti bola
yang dilapisi kitin serta diperkuat spikula. Gemmulae terbentuk jika
keadaan lingkungan sedang tidak menguntungkan. Ketika keadaan lingkungan
membaik, gemmulae akan terbentuk menjadi individu baru. Gemmulae
hanya dimiliki oleh porifera air tawar.
Proses pembentukan gemmulae adalah sebagai berikut :
Proses pembentukan gemmulae adalah sebagai berikut :
Pertama-tama
arkeost mengumpulkan nutrient dengan memfagosit sel lain untuk dikumpulkan
dalam rongga tubuh. Sel tertentu kemudian mengelilingi secret kumpulan tersebut
dan membungkusnya. Terbentuklah kumpulan/cluster dan kapsul yang mengelilingi.
Pada kondisi yang tepat gemmulae menetas dan sel-sel di dalamnya keluar dan
berdiferensiasi membentuk spons baru.
3.3.b.
Generatif
perkembangbiakan
generatif berlangsung secara anisogami, yaitu dengan peleburan gamet
jantan (mikrogamet) dengan gamet betina (makrogamet). Dari peleburan
ini dihasilkan zigot yang kemudian berkembang menjadi larva bersilia.
3.4 SISTEM
PENCERNAAN & PERNAPASAN
Porifera memakan zat-zat organic dan
organism-organisme kecil seperti plankton. Makanannya dicerna secara intrasel
oleh sel-sel koanosit. Di dalam sel, makanan dicerna oleh vakuola
makanan, kemudian diteruskan oleh sel amebosit dan diedarkan ke
seluruh tubuh. Sedangkan sisa makanan diteruskan ke spongosol kemudian
dikeluarkan melalui oskulum.
System pernafasan yang dimilikipun sangat sederhana. Oksigen diambil langsung dari air oleh sel-sel koanosit secara absorpsi. Karbondioksida hasil pernafasan dikeluarkan langsung dari dalam sel ke lingkungan.
System pernafasan yang dimilikipun sangat sederhana. Oksigen diambil langsung dari air oleh sel-sel koanosit secara absorpsi. Karbondioksida hasil pernafasan dikeluarkan langsung dari dalam sel ke lingkungan.
3.5 Klasifikasi
PORIFERA
·
Kelas Calcarea
A. Rangkanya berspikula
kapur
B. Koanositnya besar
C. Biasanya hidup di laut
dangkal
Contoh-contoh dari kelas ini adalah Scypha,
Leucosolenia, Cerantia, Ceranthrina, dan Sycon gelatinosum
·
Kelas Hexactinellida
A.
Rangkanya berspikula kersik
B.
Kebanyakan hidup di laut dalam
Contoh-contohnya : Euplectella, Hyalonema,
Pheronema
·
Kelas Demospongia
A.
Umumnya
tidak berangka, yang berangka rangkanya terdiri dari zat kersik atau spongin
atau campuran keduanya.
B. Hewan
ini dimanfaatkan sebagai bahan industry spon
C. Ada
species yang tidak dapat bergerak
D. Hidup
di laut dangkal
Contoh-contohnya
: Euspongia mollisima, Hypospongia equine, Haliclona, spongilla corteri

3.6. KEUNTUNGAN & KERUGIAN PORIFERA
o Keuntungan
-
Sebagai Bahan penggosok.
-
Euspongia oficinalis yaitu spons yang digunakan
untuk mencuci.
-
Euspongia mollisima yaitu spons yang digunakan untuk membersihkan
toilet dan harganya mahal.
-
Sebagai bahan obat-obatan.
-
Spons Petrosia
contegnatta menghasilkan obat anti
kanker.
-
Spons Cymbacela
menghasilkan obat anti asma.
-
Spons Luffariella
variabilis menghasilkan senyawa
bastadin, asam okadaik, dan monoalid yang bernilai jual tinggi.
· Kerugian
IV. Kesimpulan
V. Daftar Pustaka
- Priadi, Arif.2010.
Biologi SMA Kelas X. Jakarta:Yudhistira.
- Priadi,
Arif & Silawati, Tri.2006. Sains
Biologi SMA Kelas X.Jakarta:Yudhistira.
- Kusumastuti,
dewi.2006. Buku Ajar Biologi SMA/MA.surakarta:Eksis.
VI . Contoh Gambar
Spesies
Scypha

Leucosolenia

Cerantia

Ceranthrina

Sycon
gelatinosum

Euplectella

Hyalonema

pheronhema

Tidak ada komentar:
Posting Komentar